BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

header-ad

# Info Nabire

Nabire

SK Belum Terima Hingga Saat ini, 24 CPNS Formasi 2018 Datangi Kantor BKSDM Kabupaten Nabire

(Foto.Jejen SN)

SUARA.NABIRE - Sekitar 24 orang CPNS Formasi Tahun 2018 mendatangi Kantor Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Nabire untuk menanyakan SK yang menurut mereka sampai saat ini belum diterima, pada Selasa (23/11/21), Pukul 09.30 WIT 

Sesampainya di kantor BKSDM Kabupaten Nabire, ke 24 orang CPNS tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Nabire, Semuel Warijo, S.AP., M.AP.

Yan Douw, mewakili ke-24 CPNS mengatakan bahwa tujuan kedatangan mereka untuk menanyakan SK yang hingga detik ini belum diterima, serta meminta penjelasan Kepala Dinas BKSDM terkait permasalahan apa yang terjadi sehingga ia dan beberapa rekannya belum menerima SK tersebut.

Menangggapi hal tersebut, Semuel Warijo, selaku Kepala Dinas BKSDM Kabupaten Nabire menjelaskan bahwa terkait keterlambatan SK itu, ada 2 hal yang perlu diketahui. 

"Hal pertama bahwa formasi tidak sesuai ijazah yang dilamar sehingga terjadi kesalahan sistem dalam penerimaan pendidikan yang bersangkutan tidak sesuai dengan formasi dari menpan. Hal kedua bahwa data yang belum terinput ke sistem dan kami meminta kepusat untuk harus di revisi ulang sesuai data dan formasi rekan - rekan sehingga kami bisa menerbitkan SK, " ungkap Warijo

Untuk itu Warijo meminta agar ke 24 CPNS tersebut bisa bersabar menunggu proses pengajuan ke pusat. "Apabila sudah selesai diproses kami dari pihak BKSDM Kabupaten Nabire akan menginformasikan kepada rekan - rekan sekalian melalui grup WA," demikian dijelaskan Warijo. (Red)

Editor: Enzi Belu

Mantan Bupati Nabire "Adama Youw" Rayakan HUT ke-78, Rektor Uswim Berikan Ucapan

Rektor Uswim (kiri) berikan ucapan kepada Adama Youw (Kanan)

SUARA.NABIRE - Bapak pembangunan di kabupaten Nabire, Drs. A.P Youw, M.Si., yang juga mantan Bupati Kabupaten Nabire, merayakan hari jadi yang ke-78 Tahun di kediamannya yang terletak di Bumi Wonorejo Kabupaten Nabire, pada Senin (22/11/21), Pukul 14.30 WIT.

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah Tokoh serta Akademisi, diantaranya: Hosea Petege, bapak Ayub Wonda, Bentot Yatipai, ST., Rektor Uswim: Dr. Drs.Petrus Izaach Suripatty, M.Si., bersama Kabag Umum dan Protokoler Uswim: Abdy Busthan, S.Pd., M.Pd., M.Fil.

Rektor Uswim, Suripatty, ketika ditemui awak media ini, mengungkapkan rasa bangganya karena masih diberikan kesempatan oleh Sang Pencipta untuk bisa bertemu dengan Adama di usianya yang mencapai 78 Tahun. Bagi Suripatty, pertemuan tersebut adalah anugerah terindah.

“Ya, saya bersyukur masih bisa bertemu dengan Adama. Dia adalah panutan kami. Dialah bapak pembangunan sejati. Tokoh Meepago yang bagi saya sulit terlekang oleh sang waktu,” demikian ungkap Suripatty.

Pada momen berbahagia tersebut, bapak A.P Youw atau yang akrab disapa “Adama”, mengucapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh Tokoh adat dan Tokoh Agama, serta Sahabat beserta semua keluarga yang sudah berkenan hadir untuk bersama-sama merayakan hari kebahagiannya.

“Terima kasih kepada semua yang hadir. Mari bersama saya mencapai umur 78 tahun. Bahkan lebih enak lagi kalau lebih dari saya,” ungkap Adama.

Adama juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk menyingkirkan semua perbedaan serta bersama-sama membangun Nabire menjadi lebih baik lagi.

“Perbedaan-perbedaan harus di buang. Tujuan kita hanya bangun Nabire. Kita semua harus bersatu,” tegasnya.

Kepada Bupati terpilih, Adama juga berpesan agar memulai segala sesuatu dengan baik dan tetap merangkul semua kalangan dengan tidak memandang suku, agama dan ras. “Jangan pilih kasih. Semua dari Sabang sampai Merauke adalah rakyatmu,” demikian pesan Bapak Pembangunan, Adama A.P Youw. (Red)

Editor: Ika Putri Anak Lagari

Akhiri Pertikaian dengan Istri, Bupati Dogiyai Bayar Denda Sebesar 1 Milyar

SUARA.NABIRE - Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa. S.IP., akhirnya mengakhiri kisruh rumah tangganya dengan membayar uang denda ganti rugi sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu milyard rupiah) kepada pihak Magdalena Tebai selaku istri kelimanya, pada Jumat (19/11/2021), Pukul 11.15 Wit, bertempat di Aula Rastrasamara Polres Nabire

Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolres Nabire yang diwakili oleh Waka Polres Nabire: KOMPOL. Samuel D Tatiratu, S.I.K., yang didampingi oleh PS. Kabag Logistik Polres Nabire: AKP. H. Burhanuddin Pawennari, Kasat Reskrim Polres Nabire: AKP. Akhmad Alfian, S.I.K., M.H., dan Kasat Binmas Polres Nabire yang diwakili Kanit Binpolmas: IPDA. Ambrosius P. Maneri.

Disamping itu turut hadir pula KBO Reskrim Polres Nabire: IPTU. Suparmin, S.Hi., KBO Intelkam Polres Nabire: IPTU. Amron Sitorus, Kasie Hukum Polres Nabire: IPTU. H. Sudarman, Kasiewas Polres Nabire: IPTU. Edi Pamuji, Kasie Propam Polres Nabire: IPDA. Wido Purwanto

Hadir pula Yakobus Dumupa, selaku pelaku penganiayaan bersama dengan keluarganya, dan Magdalena Tebai selaku korban penganiayaan bersama rumpun keluarga Tebai dan Rumbrawer

Waka Polres Nabire, Samuel D Tatiratu, S.I.K., pada kesempatan tersebut meminta agar penyelesaian permasalahan tersebut hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin dan dengan cara kekeluargaan, tanpa adanya saling menyalahkan yang akan memperkeruh keadaan.

"Kami dalam hal ini Polres Nabire bertindak sebagai Fasilitator yang memfasilitasi pertemuan antara kedua pihak tanpa adanya turut campur dalam penyelesaian permasalahan. Dalam Proses penyelesaian permasalahan yang kami dengarkan ialah dari kedua belah pihak yang bertikai dalam hal ini bapak Yakobus Dumupa dan ibu Magdalena Tebai," demikian tutur Tatiratu mewakili Kapolres Nabire

Ditambahkannya, jika dalam proses penyelesaian permasalahan ada pihak keluarga yang ikut dalam proses mediasi hendaknya jangan memperkeruh keadaan dan apabila terjadi akan segera kami hentikan.

"Kemudian, jika dalam proses ini ditemukan titik penyelesaian, kami Polres Nabire akan segera melakukan gelar perkara dan hasilnya akan langsung kami laporkan kepada pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya," lanjut Tatiratu

Tatiratu juga membeberkan bahwa jika pimpinan berkenan menghentikan proses perkara, maka Polres Nabire melalui Sat Reskrim akan mengeluarkan SP3 (surat pemberhentian penyidikan perkara)

Ditempat yang sama, Yakobus Dumupa selaku penganiaya dalam kesempatan tersebut juga mengakui perbuatan yang sudah dilakukannya dan meminta maaf kepada Magdalena Tebai dan seluruh keluarganya. 

"Saya telah bersalah dan saya menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan seluruh keluarga besar," tutur Dumupa selaku pelaku penganiayaan

Dumupa juga mengatakan bahwa apapun hasil dari kesepakatan yang dihasilkan, sebagai pelaku dirinya bersedia menerima dan mengikuti seluruh hasil kesepakatan

Sementara itu, korban Magdalena Tebai dan seluruh keluarganya menerima permohonan maaf dari pelaku dan berharap agar kejadian tersebut menjadi pelajaran dan jangan sampai terulang kembali kepada siapapun

Acara pun dilanjutkan dengan Penandatangan Surat Pernyataan serta Penyerahan uang denda tuntutan dari Yakobus Dumupa kepada Magdalena Tebai, sehingga permasalahan yang terjadi antara keduanya telah disepakati untuk diselesaikan secara kekeluargaan/adat dan menghentikan proses hukum kepada pelaku. (Red)

Editor: Yubelince Pekey

Uswim Wisuda 422 Mahasiswa, Kepala LLDIKTI XIV Tegaskan: Uswim PTS yang Sah dan Sehat

SUARA.NABIRE - Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat: Dr. Suriel Semuel Mofu, S.Pd., M.Ed., TEFL., M.Phill (Oxon), menghadiri Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) Universitas Satya Wiyata Mandala di Nabire Angkatan ke XX Tahun Akademik 2021/2022, yang diselenggarakan di halaman kampus Uswim, pada Jumat (19/11/21), Pukul 09.30 WIT.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Nabire: Mesak Magai, S.Sos., M,Si., Wakil Bupati Deiyai: Hengki Pigai, Sp, Wakil Bupati Dogiai: Oskar Makai, ST., yang merangkap sebagai Wisudawan, bersama unsur Forkopimda Kabupaten Nabire dan para Anggota DPRD diantaranya Alfred Anouw, Sip, Mohamad Iskandar, Sp, dan Salmon Pigai, S.Sos.

Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat menegaskan bahwa dengan diselenggarakannya Wisuda Sarjana Strata Satu Angkatan ke-XX tersebut, maka hal itu sekaligus menandakan bahwa Uswim adalah Salah satu Perguruan Tinggi Swasta di wilayah Papua yang Sah dan Sehat, karena sudah menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sesuai ketentuan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

"Saya mewakili Kementrian Pendidikan mau tegaskan bahwa Uswim adalah Perguruan Tinggi Swasta yang sudah menjalankan proses perkuliahan yang sehat dan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di negara ini. Itu artinya bahwa ijasah yang dikeluarkan adalah sah dan diakui oleh negara," demikian tegas Mofu selaku Kepala LLDIKTI Wilayah XIV.


Kepala LLDIKTI XIV: Dr. S.S. Mofu

Pada kesempatan yang sama, Rektor Uswim Nabire, Dr. Drs. Petrus Izaach Suriptty, M.Si., membeberkan bahwa Wisuda Uswim tersebut diselenggarakan berdasarkan Surat Persetujuan Kepala Lldikti Wilayah XIV PBB Nomor: 1353/LL14/KM/2021 Tanggal 17 November 2021

"Perkenankan saya selaku Rektor Uswim, pada hari ini akan mewisuda 422 orang lulusan, terdiri dari 173 Mahasiswa lulusan FISIP, 84 lulusan FAPERTANAK, 26 lulusan FKIP, 16 lulusan FPK, dan 113 lulusan FATEKSA," demikian ungkap Suripatty selaku Rektor Uswim.

Ditambahkan Suripatty bahwa Output dari Uswim merupakan Sumber Daya Manusia berharga yang disumbangkan Civitas Akademika Uswim, dan nantinya akan berperan selaku Pelopor Pembangunan pada Pemda Kabupaten Nabire dan Pemda Lainnya dalam kawasan Provinsi Papua atau Papua Tengah maupun Daerah lain di luar Papua.

"Dengan bertambahnya 422 sarjana baru hari ini, maka sejak berdirinya pada 17 tahun silam, Uswim telah menghasilan 7 ribuan sarjana dari berbagai disiplin ilmu sesuai izin operasional yang dipercayakan pemerintah," tutur Suripatty selaku orang nomor satu di Kampus Uswim tersebut.

Bupati Nabire: Mesak Magai, S.Sos., M.Si

Ditempat yang sama, Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M,Si., mengatakan bahwa dirinya bangga menjadi salah satu alumni Uswim Nabire dan berjanji ke depannya akan bekerjasama dengan Uswim untuk bersama-sama menata pembangunan yang ada demi memajukan kabupaten Nabire tercinta. (Red)

Editor: Enzi Belu

Rapat Koordinasi Kerja DPRD Kabupaten Nabire dengan BPJS Ketenagakerjaan


SUARA.NABIRE - Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire menggelar rapat Koordinasi Kerja bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan kabupaten Nabire pada Rabu (17/11/21), Pukul 10.30 WIT bertempat di Ruang BAMUS DPRD Kabupaten Nabire 

Hadir dalam Rapat Koordinasi Kerja tersebut, Sambena Inggerui, Hj. Katherin Maruanaya, Andreas Heluka, Yurmina Money, Simon Tiranda, S.Sos, Karel Tabuni, ST, Aten Madai, Amandus Pigai, Hansari S.Sos. M.Si., Marselinus M.M. 

Hadir pula PPS Kepala BPJS Ketenaga Kerjaan: Nanda Juliansyah, Staf BPJS Ketenaga Kerjaan: Stiven Seseray, Kabid Yanmas RSUD Nabire: dr. Totok S, Kepala Ruang Instalasi Gawat Darurat: Sirmaida Tanjung, S.Kep, dan Kabag Hum: Damik M. S.H

Dalam rapat tersebut dibahas beberapa hal diantaranya Peraturan Daerah Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Penerima Upah dan Pekerja Bukan Penerima Upah di Kabupaten Nabire, serta hal-hal terkait BPJS Ketenaga Kerjaan dan BPJS Kesehatan

Adapun hasil dari rapat tersebut akan di tuangkan dalam peraturan daerah serta akan disahkan dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Nabire. Dan direncanakan rapat akan dilaksanakan kembali pada hari Jumat tanggal 19 November 2021 dengan agenda membahas Perda-perda yang akan dikeluarkan. (Red)

Polres Waropen Gelar Operasi Zebra Cartenz Hari Kedua, 53 Pengendara Terjaring

SUARA.NABIRE, Waropen - Polres Waropen kembali menggelar Operasi Zebra Cartenz 2021 pada hari kedua, Selasa (16/11/2021).

53 Pengendara Ranmor baik R2 maupun R4, terjaring dalam operasi tersebut dan langsung diberikan teguran simpatik. Demikian dibeberkan Kapolres Waropen, AKBP. Naharuddin, S.Sos., ketika ditemui di ruang kerjanya.

"Ya, pada hari ke 2 pelaksanaan Operasi Zebra Cartenz 2021 ini, kami melakukan razia dan menemukan sebanyak 53 pelanggaran lalu lintas, dengan rincian 40 pengendara ranmor R2 dan 13 pengendara ranmor R4." ungkap Naharuddin selaku Kapolres Waropen.

Adapun sanksi yang akan diberikan, lanjut Naharuddin, berupa teguran simpatik dan edukasi agar tidak mengulangi pelanggaran serta melengkapi kekurangan pada ranmor tersebut, dengan mengedepankan pendekatan humanis serta protokol kesehatan pencegahan Covid 19.

Tak lupa Naharuddin mengingatkan agar para pengendara ranmor untuk tetap mematuhi, serta disiplin dalam tertib berlalu lintas demi untuk kamseltibcar lantas di Kabupaten Waropen.

"Selama pelaksanaan Operasi Zebra Cartenz 2021 ini, kami Polres Waropen tetap memberikan edukasi secara persuasif dan humanis kepada masyarakat Kabupaten Waropen sebagai pelopor tertib berlalu lintas," demikian pungkas orang nomor satu di Polres Waropen tersebut, (Red)

Jaga Tali Persaudaraan Sesama Mahasiswa, IPMANAPANDODE Gelar Turnamen Futsal ke-VI

SUARA.NABIRE - Demi menjaga tali persaudaraan diantara sesama mahasiswa, Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai (IPMANAPANDODE) pada kota Studi Yogyakarta dan Solo, menggelar Turnamen Futsal ke-VI yang berlangsung di lapangan Academic Sport, Babarsari Yogyakarta, selama tiga hari terhitung tanggal 14-15 November 2021.

Turnamen diikuti oleh tim putra sebanyak 32 tim, dan tim putri sebanyak 14 tim, dimana turnamen tersebut turut disponsori oleh beberapa lembaga seperti: FTY, STPMD APMD, BINTERBUSI, dan TELKOM.

Tampil sebagai juara 1 pada kelas Putra adalah tim Rajawali, dan Juara dua adalah tim come back serta juara tiga tim Senio 1. Sementara untuk kelas putri juara pertama adalah tim BJMM, disusul dengan juara kedua, yakni tim Putri Cendrawasih, dan juara ketiga tim Putri Malanesi’an.

Dalam sambutannya pada acara penutupan, Ketua Panitia Yohanes Wonai Nawipa, membeberkan bahwa turnamen tersebut diselenggarakan oleh kerukunan IPMANAPANDODE yakni organisasi yang mewadahi mahasiswa/i Wilayah Meepago di kota studi Jogja.

Ditempat yang sama, sekertaris BPH, Abraham Magai, menyatakan bahwa turnamen tersebut bertujuan untuk menjaga tali persaudaraan antara sesama dalam lingkup mahasiswa di kota studi Jogja, tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lainnya.

"Kita semua adalah keluarga. Harapan BPH bagi saudara/i yang tidak juara jangan berkecil hati atau patah semangat. Tetapi terus mengasah bakat dan kemampuannya untuk menjadi lebih baik lagi. Sekali lagi, jangan menyerah dan terus meningkatkan semangat," demikian tutur Magai dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu pula, Ino Mofu, selaku senior IPMANAPANDODE tak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas semua tim yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. (Red)

Konflik di Papua Butuh Kearifan Lokal, Bukan Pendekatan Militeristik

Mungkin benar kutipan syair lagu yang pernah didendangkan Doddie Latuharhary, bahwa: “Tanah Papua, tanah yang kaya, Surga kecil jatuh ke bumi”, dan bla, bla, bla. Benar pula, jika dikatakan: “tanah Papua.. adalah harta harapan... “. 

Namun rasanya tidak benar, jika merdunya syair lagu itu diletakkan pada alam realitas yang sesungguhnya, karena petikan syair lagu itu hanya menjadi bagian cerita MOB dalam kisah sang Abunawas.

Mari kita mulai goresan ini...

Bahwa secara teoritis, boleh dibilang pemerintah Indonesia memang sudah melakukan perubahan di tanah Papua sejak zaman Orde Baru hingga saat ini. Namun secara praksis, sungguh perubahan-perubahan yang dimaksud itu justru melahirkan hal-hal muskil yang tak kunjung berakhir.

Dalam bidang politik misalnya, bukan hal baru lagi jika sampai detik ini, sebagian masyarakat asli Papua masih mempertanyakan legitimasi kekuasaan Indonesia atasnya. 
Bahkan terkesan pemerintah menghindari perdebatan tentang status dan sejarah politik Papua. Akhirnya muncullah tuntutan masyarakat Papua untuk meminta secercah keadilan melalui apa yang disebut dengan “referendum”.

Permasalahan lainnya adalah soal sumber daya alam, dimana sumber daya alam Papua kerapkali digerogoti terutama perusahaan bisnis dari luar Papua, yang sebenarnya justru tidak memberi sumbangan nyata bagi perkembangan Papua secara utuh dan menyeluruh.

Seharusnya, kerja sama yang adil dan sistematik antara pemerintah Indonesia, masyarakat Papua, dan komunitas Internasional, sekiranya bisa menyelesaikan konflik multidimensional yang terjadi selama ini di Papua.

Persoalan pembagunan juga masih menyisahkan rekam jejak yang sangat bias, karena sepertinya pemerintah pusat masih parsial dalam menyelesaikan persoalan melalui percepatan pembangunan di bumi Cenderawasih, Papua.

Ya, semua persoalan di Papua sebenarnya harus disentuh secara simultan mengingat persoalan satu dengan persoalan lainnya memiliki keterkaitan. Pendekatan pembangunan misalnya, hal ini memang penting bagi orang Papua, tetapi ada persoalan lainnya yang tidak bisa diselesaikan hanya menggunakan pendekatan ini.

Contoh sederhana adalah persoalan HAM. Persoalan ini tidak bisa dipandang hanya sekedar persoalan ‘kekerasan’ saja. Tetapi jauh daripada itu, bahwa persoalan ini berhubungan dengan tidak terpenuhinya hak-hak dan kebutuhan dasar masyarakat Papua, seperti: infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Munculnya diskriminasi dan marjinalisasi misalnya, hal ini tidak bisa dikaitkan hanya sebatas aspek ekonomi semata, tetapi harus pula bersinggungan dengan aspek sosial, budaya, dan politik.

Pendekatan Militeristik Menihilkan Kemanusiaan
Sejak pemerintahan Presiden Soeharto, pendekatan militeristik seharusnya menjadi catatan penting mengingat kerap terjadi diskriminasi dan pelanggaran HAM di tanah Papua. Sehingga hampir sebagain besar orang Papua masih menyimpan trauma dan memori buruk atas pendekatan militer yang terjadi hingga saat ini.

Pendekatan militeristik sebenarnya akan menciptakan ketakutan, teror, konflik, bahkan pertumpahan darah di berbagai tempat. Dan ini sungguh bertentangan dengan nurani Orang Asli Papua (OAP) yang sungguh merindukan kemurnian identitas mereka yang jauh dari kekerasan dan genjatan senjata.

Dan bukan tidak mungkin, dengan Pendekatan militeristik ini, orang asli Papua semakin hidup dalam delusi berkepanjanjangan. Sehingga mereka hanya ingin hidup dan bergaul dengan orang-orang yang satu identitas.

Akhirnya, sikap tertutup ini merusak keutuhan bangsa Indonesia. Sikap ini pula yang akhirnya melukai kehidupan bersama, dan mengundang pertikaian tanpa jedah di bumi Papua tercinta.

Akibatnya, timbullah pemberontakan sepihak dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang terus merongrong keutuhan berbangsa dan bernegara.

Seharusnya persoalan KKB tidak bisa diselesaikan dengan intervensi –intervensi Pemerintah melalui pendekatan militer. Persoalan ini setidaknya bisa diselesaikan melalui kewenangan dengan memanfaatkan kearifan lokal. Artinya, pendekatan kultural dan kemanusiaan harus diutamakan demi menangani permasalahan KKB di Papua, tanpa menghilangkan pendekatan aspek lain, sehingga tidak bersinggungan dengan kekerasan dan menihilkan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Sebagaimana kisah dalam novel terkenal yang pertama kalinya mencetuskan terminologi 'nihilisme', yakni dalam karya Ivan Turgenev, berjudul: Fathers and Souns (1862).

Dalam novel itu dikisahkan sikap salah seorang tokoh yang menegasi tradisi atau kepercayaan secara total sebagai ‘nihilisme’. Dan sikap ini bukanlah suatu sikap acuh tak acuh, tetapi lebih kepada sikap penolakan, peniadaan, dan penghancuran—seperti yang tampak pada pemberontakan KKB di bumi Papua.

Seharusnya benar, seperti apa yang dikemukakan oleh John Stuart Mill (1860-1873) dalam karyanya yang sangat terkenal, “On Liberty”. 

Disitu Mill menulis bahwa “Segala yang menjadikan eksistensi, menjadi berharga bagi setiap orang yang bergantung pada penegakkan pengendalian tindakan-tindakan orang lain“ (John Stuart Mill, On Liberty, 130). Mill sebenarnya ingin menyatakan disini bahwa apabila kebebasan rakyat ditekan secara penuh, maka sebagian besar diantara mereka akan memanfaatkan kondisi ketidakberdayaan itu untuk mengesploitasi orang lain.

Sekali lagi, pemerintah harus arif melihat persoalan ini. Pemerintah harus kembali mengedepankan kemanusiaan melalui kearifan lokal.

Sebab sesungguhnya permasalahan yang terjadi di Papua bukan hanya berhenti pada soal bagaimana menghentikan hal-hal yang tidak kita inginkan saja, tetapi harus menghasilkan hal-hal baru yang kita inginkan bersama. Inilah urgensi dalam menyelesaikan konflik yang terus bergulir di tanah Papua.

Perubahan yang Tidak berubah
Sampai detik ini, “perubahan” adalah hal terindah yang sangat didambakan oleh semua kalangan yang hidup di tanah Papua. Namun bersamaan dengan harapan akan perubahan itu, beragam ancaman terhadap perubahan justru semakin bergulir hingga menuntut masyarakat untuk segera beradaptasi dengannya. Jika tidak, ancaman tergilas oleh perubahan itu semakin kuat dan terbuka.

Perubahan di semua lini kehidupan memang menjadi kata kunci yang sakti bagi masyarakat Papua. Apalagi di saat era inovasi disrupsi yang terjadi saat ini. Tentu membuat perubahan menjadi formula baru, khususnya bagi upaya masyarakat Papua untuk terus mempertahankan diri.

Namun sesungguhnya, berubah dan perubahan bisa mengarah pada kondisi negatif maupun positif. Perubahan sejatinya adalah self defence mechanism alamiah dari kemampuan beradaptasi manusia. Artinya, perubahan menuntut masyarakat Papua menciptakan era baru yang sangat berbeda dari sebelumnya.

Bagaimana sebenarnya perubahan itu bisa terjadi dan sejauh mana akan berdampak pada kehidupan masyarakat Papua?

Dalam petikan pidato terakhir CEO Nokia, Jorma Ollila, pernah mengatakan: "kita tidak melakukan suatu kesalahan, tetapi entah mengapa kami kalah". Jika dikaitkan dengan perubahan, sungguh kalimat ini mengingatkan bahwa perubahan kerapkali luput dalam penglihatan, namun dampaknya fatal dirasakan.

Ya, sudah begitu banyak teriakan dan slogan-slogan perubahan di tanah Papua yang masih terus dikumandangkan hingga detik ini. Bahkan dalam derajad tertentu, kebijakan Pemerintah Pusat maupun Daerah juga sudah dikeluarkan demi menghadirkan perubahan di bumi Papua.

Namun justru bersamaan dengan harapan akan perubahan itu, keamanan dan kenyamanan hidup pun semakin mencekam.

Lalu, kapan perubahan akan terjadi di tanah Papua? Tentu kita tidak dapat memproyeksikan hal tersebut dengan presisi, tetapi kondisi dan situasi atas perubahan dapat dirasakan.

Bagaimana sebuah perubahan dapat dirasakan? Secara nyata, bentuk fisik perubahan mungkin bisa jadi tidak nampak, tetapi lingkungan dan ekosistem bisa berubah setiap saat.

Itu sebabnya pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama untuk memutus rantai yang sampai saat ini terus memicu lahirnya persoalan baru, seperti: ketidakadilan, pelanggaran HAM, politik dan ekonomi.

Berbagai pelanggaran HAM setidaknya harus kembali diselidiki. Korban dan keluarga korban perlu mendapatkan kompensasi dan keadilan selayak-layaknya. 
Bahkan pelaku perlu ditemukan dan dihukum sesuai aturan maupun rasa keadilan masyarakat Papua.

Pemerintah maupun perusahaan yang ada di Papua mungkin sulit untuk bersikap adil dalam hal ini. Maka dari itu, kerja sama dengan berbagai lembaga internasional kiranya juga diperlukan.

Bentuk-bentuk pelanggaran HAM yang sulit diungkapkan selama ini, setidaknya bisa melibatkan komunitas internasional dalam memainkan peranan agar membantu menguraikan konflik dan mencari jalan keluar, yakni "damai". 

Itu semua tentu tak berguna tanpa kehendak baik, sekaligus kebijakan yang jernih dari pemerintah pusat. Tanpa upaya ini, maka Papua akan terus bergejolak.

Pendekatan militer harus pula dibatasi. Sebab dalam banyak kasus, pendekatan militer justru memperburuk keadaan. Masyarakat menjadi agresif dan reaksioner ketika dihadapkan dengan pendekatan militer ini.

Dalam segala persoalan, dialog adalah jalan terbaik untuk memecahkan masalah. Jalur hukum bisa ditempuh jika jalan dialog mengalami kebuntuan.

Dalam hal lainnya, pemerintah dan perusahaan yang beroperasi selama ini di tanah Papua, sebaiknya tidak memberikan janji-janji muluk pada masyarakat Papua.

Untuk mencapai kesepakatan dengan masyarakat lokal, seringkali pemerintah maupun pebisnis membuat beragam janji. Ketika akhirnya sulit terpenuhi, maka timbul kecewa dalam diri masyarakat. Dan perlu dipahami bahwa dalam jangka panjang, kekecewaan ini bisa menjadi dendam yang merupakan tempat subur untuk munculnya konflik.

Sekali lagi, jantung persoalan politik dan sumber daya yang mengemuka selama ini di Papua adalah menyangkut persoalan keadilan! 
Di tanah yang kaya ini, begitu banyak orang Papua hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan. Sementara non OAP semakin menggeliat tak beraturan hingga mencapai kondisi kemakmuran diluar batas-batas akal sehat.

Allah Ninarum, wa..waa
Wassalam..Hormat di bri

Oleh: Abdy Bushan, S.Pd., M.Pd., M.Fil
(Penulis adalah dosen Uswim Nabire dan Aktivis Pendidikan)

Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Nabire Gelar Ibadah Ucapan Syukur di Aula Gereja Bethesda

SUARA.NABIRE - Ibadah Pengucapan Syukur atas dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire periode 2020 - 2024, Mesak Magai, S.Sos, M.Si dan Ismail Djamaluddin, berlangsung dengan hikmat di Gedung Graha Gereja Bethesda Karang Mulia, Kabupaten Nabire, pada Selasa (16/11/2021), Pukul 09.00 WIT 

Sejumlah pejabat pemerintahan dan akademisi serta para Tokoh yang turut mengambil bagian dalam ibadah tersebut diantaranya:
1) Bupati Waropen: Yeremias Bisai, SH.
2) Kapolres Nabire: AKBP I Ketut Suarnaya, S.H,.S.I.K
3) Danyon Brimob Yon C Nabire: KOMPOL J. Samonsabra, S.H,.M.H
4) Dandim 1705/NBR yang diwakili Kasdim 1705/NBR: Mayor Inf Prihatin, SE
5) Rektor Univ.Satya Wiyata Mandala: Dr. Drs. Petrus I Suripatty, M,Si
6) Kepala Kejaksaan Negeri Nabire: M. Rizal, S.H,.M.H
7) Ketua Pengadilan Negeri Nabire: Rudy Setyawan,S.H
8) Sekda Nabire: Daniel Maipon, STTP
9) Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Nabire: Salmon Pigai
10) KA Lapas Kelas II Nabire: Manuel Yenusi S,Sos

Disamping itu hadir pula unsur Forkopimda Kabupaten Nabire, para SKPD Kabupaten Nabire, Tokoh pemuda, tokoh adat dan tokoh Agama beserta para tamu undangan sebanyak ±150 (seratus lima puluh) orang

Pengucapan syukur tersebut berlangsung dengan mengusung Thema: "Rahasia Sukses Dalam Kepemimpinan" (1 Raja-Raja 3:9), yang diawali dengan ibadah bersama serta pelayanan firman oleh Penasehat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Pusat, yakni: Pdt. Dr. Yakob Tomatala

Dalam sambutannya, Bupati Mesak Magai mengingatkan bahwa Kabupaten Nabire sangat kaya akan sumber daya alam serta masyarakat yang mempunyai kemampuan di bidang apapun. 

"Kabupaten Nabire ini adalah kota sentral. Berbagai suku bangsa ada disini. Ini merupakan kekayaan terbesar. Tidak ada lagi pihak 1, 2 dan 3 di kabupaten ini, mari kita sama-sama bergandeng tangan untuk mewujudkan dan membenahi Nabire agar lebih maju lagi," demikian tutur Bupati Nabire, Mesak Magai.

Mengakhiri sambutannya, tak lupa Mesak menyampaikan kepada seluruh tim pemenangan bahwa saat itu juga tim pemenangan dibubarkan secara resmi, karena menurutnya semua pekerjaan sudah terwujud untuk kemenangan. "Namun perjuangan saya dan pak Ismail belum selesai untuk mewujudkan Nabire menjadi lebih baik ke depan," demikian pungkas Bupati Mesak.

Pantauan awak media ini, Ibadah pengucapan syukur tersebut berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan dan seluruh rangkaian acara berakhir sekitar pukul 12.50 WIT dengan situasi aman dan kondusif. (Red)

Editor: Enzy Belu

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Nabire Siap Gelar Operasi Zebra Cartenz 2021

SUARA.NABIRE - Dalam rangka cipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas menjelang Hari Raya Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022, Polres Nabire akan menggelar Operasi Zebra Cartenz 2021.

Demikian hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Cartenz 2021 yang d
ipimpin langsung Kapolres Nabire, AKBP I Ketut Suarnaya, S.I.K., SH., bertempat di lapangan Apel Polres Nabire, pada Senin (15/11/2021) pagi.

Turut hadir dalam Apel tersebut Wakapolres Nabire: Kompol Samuel D. Tatiratu, S.IK, Subden Pom Nabire: Lettu CPM Aswan, Kepala Jasa Raharja cabang Nabire: M. M. Misbach, Kepala UPPD Samsat Nabire: Nikolas Mayor, Kepala Dishub Nabire yang diwakili oleh Samlan, serta para PJU Polres Nabire.

Hadir sebagai peserta Apel: 1 regu gabungan staf Polres Nabire, 1 regu Sat lantas Polres Nabire, 1 regu Sat Intelkam Polres Nabire, 1 regu gabungan Sat Reskrim dan Sat ResNarkoba Polres Nabire, 1 regu Subden Pom Nabire, 1 regu Dalmas Polres Nabire, 1 regu Dishub Nabire,1 regu Senkom mitra Polri, serta 1 regu Saka Bhayangkara.

Kapolres Nabire, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Apel gelar pasukan tersebut dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas menjelang Natal 2021 dan tahun baru 2022 dengan memprioritaskan kegiatan Dikmas Lantas, yang mampu mewujudkan simpatik masyarakat kepada Polri, khususnya Polantas dengan mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis.

‘’Kita menyadari bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalulintas tersebut kita wajib melakukan berbagai upaya untuk menciptakan Kamseltibcar Lantas yang aman dan kondusif serta melaksanakan himbauan protokol kesehatan ke masyarakat guna memutus penyebaran covid 19” 
," demikian ungkap orang nomor satu di Polres Nabire tersebut.

Pelaksanaan Operasi Cartenz tahun 2021, lanjut Kapolres, diharapkan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi yaitu menurunnya angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, serta terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar serta meminimalisir terjadinya pelanggaran dan kemacetan lalu lintas.

Ditambahkan Kapolres Nabire bahwa Operasi Zebra Cartenz 2021 itu akan berlangsung selama 14 ke depan, yang dimulai pada tanggal 15 November 2021 dan berakhir pada 28 November 2021. (Red)

Batalyon C Pelopor Sat Brimobda Polda Papua Gelar Syukuran HUT Korps Brimob Polri ke-76 Tahun

SUARA.NABIRE - Acara Syukuran Hari Ulang Tahun Korps Brimob Polri ke-76, Batalyon C Pelopor Sat Brimobda Polda Papua berlangsung di Mako Brimob Batalyon C Pelopor Sat Polda Papua, pada hari Minggu (14/11/21).

Hadir dalam acara syukuran HUT Brimob ke-76 tahun, Kapolres Nabire: AKBP I Ketut Suarnaya, SIK, SH., Danyon C Pelopor Sat Brimobda Papua: Kompol Joni Samonsabra, SH, MH., Waka Polres Nabire: Kompol Samuel D. Tatiratu, SIK., bersama PJU Polres Nabire, PJU Batalyon C Pelopor Sat Brimoda Papua

Hadir pula Ketua Bhayangkari Cabang Nabire: Ny. Putri Ketut Suarnaya, Ketua Bhayangkari Ranting Brimob Nabire: Ny. Selly Joni Samonsabra, beserta pengurus dan tamu undangan lainnya.

Kapolres Nabire dalam sambutannya menegaskan bahwa dalam Dirgahayu HUT Ke-76 Korps Brimob Polri, Terlatih, Tangguh dan Responsif, Negara Hadir dan Negara Tidak Boleh Kalah.

"Dalam melakukan tugas pokok, kita harus bekerjasama, komunikasi, kolaborasi dan koordinasi. Setiap organisisasi mengutamakan terori kerjasama," demikian ungkap Kapolres Nabire.

Kepada seluruh masyarakat, Kapolres juga meminta untuk terus mendukung Brimob Nabire. "Yakinlah kepada mereka untuk mendukung harkamtibmas ditengah-tengah kita. TNI/Polri hadir dalam menciptakan harkamtibmas yang aman dan kondusif," tegas Kapolres.

Menutup sambutannya, Kapolres Nabire berharap dan mendoakan agar Brimob Polri terkhususnya Batalyon C Sat Brimobda Papua semakin jaya selalu. (Red)